Thursday, April 20, 2017

How to Configure VLAN on Debian

Pengertian
Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda .Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ketiga.Vlan merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP dan jaringan - jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switced yang berbeda.

Latar Belakang
  • Pengelolaan jaringan yang mudah
  • Penghematan Biaya
Maksud dan Tujuan
  • Mengetahui konfigurasi Vlan di debian
  • Membuat koneksi jaringan yang aman
  • Mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan
Alat dan Bahan
  • 2 Server (Debian dan Proxmox)
  • Akses Internet
Jangka Waktu Pelaksanaan
Jangka waktu pelaksanaan sekitar 4 menit


Tahap Pelaksanaan
Pastikan antara debian dengan proxmox sudah saling terhubung
Install vlan terlebih dahlu
# apt-get install vlan
Selanjutnya kita masuk ke terminal debian router dan kita konfigurasi script /etc/modules dan tambahkan "8021q"
# nano /etc/modules

Kemudian kita konfigurasi di /etc/network/interfaces tambahkan 
auto eth1(ethernet untuk vlan)
iface eth1.1235(vlan 1235) inet static
address 192.168.15.2
netmask 255.255.255.0
vlan-raw-device eth1
Selanjutnya kita restart di /etc/init.d/networking restart
# /etc/init.d/networking restart

Dan coba cek ip yang sudah anda konfigurasi
ifconfig eth1.1235

Kesimpulan
VLAN merupakan alternetif yang mudah untuk membuat koneksi jaringan yang secure serta menghemat biaya


Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/VLAN
https://wiki.debian.org/NetworkConfiguration
Read more

Wednesday, April 19, 2017

Menghubungkan Access Point dengan Debian Router


Pengertian
Access Point adalah perangkat keras jaringan yang memungkinkan perangkat sesuai Wi-Fi untuk terhubung ke jaringan kabel. WAP biasanya terhubung ke router (melalui jaringan kabel) sebagai perangkat mandiri, namun juga dapat menjadi komponen integral dari router itu sendiri. WAP dibedakan dari hotspot , yang merupakan lokasi fisik dimana akses Wi-Fi ke WLAN tersedia.

Latar Belakang
Jika kita ingin memberikan hotspot area dalam lingkup untuk satu orang maka kita bisa menggunakan kabel tapi jika kita akan membuat hotspot area untuk ruang lingkup yang besar maka kita perlu menggunakan Access Point dengan hotspot area dengan media wireless.

Maksud dan Tujuan
  • Mengetahui konfigurasi AP dengan mode Access Point
  • Menyebarkan akses internet dengan media wireless untuk ruang lingkup yang cukup untuk beberapa orang
Alat dan Bahan
  • Akses Internet
  • Debian Router
  • Access Point
  • PC Client
Jangka Waktu Pelaksanaan
Jangka waktu yang saya butuhkan sekitar 30 menit

Tahap Pelaksanaan
Pertama kita sambungkan AP ke PC client untuk konfigurasi awal dengan memasukan IP default AP di web browser
192.168.0.254
 Akan muncul tampilan seperti dibawah ini dan masukan username dan password default AP, klik "Log In"
User Name : admin
Password : admin
 

Untuk melanjutkan konfigurasi klik "Next"

Kita pilih mode "Access Point" yang artinya menangkap dan menyebarkan akses internet, klik "Next"
Masukan SSID Name dan password hotspot yang ingin anda buat, Klik "Next"
Pilih type DHCP karena sebelumnya kita sudah konfigurasi DHCP Server

Save konfigurasi dan reboot,

Klik OK dan tunggu hingga beberapa saat
Kemudian kita tambahkan DNS google agar dapat mengakses internet , klik save
Kita pilih type DHCP, Kik save
Kemudian coba PC client mengakses hotspot "Purbacitan" yang telah tadi buat dan cek apakah sudah mendapatkan IP Address
dan coba ketikan seperti dibawah ini untuk mengetahui apakah sudah dapat akses internet atau belum
# w3m google.com


Kesimpulan
Access Point merupakan alternatif yang memberikan hotspot area menggunakan media wifi untuk perangkat yang tidak mendukung wireless

Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Wireless_access_point
Buku_Paduan_Access_Point
Read more

Tuesday, April 18, 2017

How to Configure DHCP Server on Debian

Pengertian
DHCP adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan.Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.

DHCP Server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainya kepada semua Client yang memintanya

Latar Belakang
Jika PC client membutuhkan IP Address sebanyak 100-200 IP maka kita bisa mengatur IP satu persatu tapi membutuhkan waktu yang cukup lama oleh karena itu saya menggunakan DHCP Server yang memungkinkan client mendapatkan IP Address secara otomatis ketika DHCP Server diaktifkan

Maksud danTujuan
  • Mengetahui konfigurasi DHCP Server di Debian  
  • Memudahkan dalam konfigurasi IP Address agar tidak perlu repot repot untuk konfiguri IP Address satu persatu melainkan otomatis dari server
Alat dan Bahan
  • Debian Server sebagai router
  • PC/Laptop Client
  • Akses Internet
Jangka Waktu Pelaksanaan
Jangka waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit

Tahap Pelaksanaan
Pertama pastikan Pastikan kabel sudah terpasang degan Debian
Kemudian kita masuk ke terminal Debian dan install dhcp server
apt install isc-dhcp-server
Selanjutnya kita konfigurasi di /etc/default/isc-dhcp-server dan masukan interfaces yang akan dibuat dhcp
nano /etc/default/isc-dhcp-server

Kemudian kita konfigurasikan di /etc/dhcp/dhcpd.conf
Range : IP jangkauan yang digunakan  untuk dhcp
Option domain-name-servers : IP PPPOE dan DNS google
Option domain-name : Domain untuk debian
Option routers : IP Gateway yaitu IP eth1
Option broadcast-address : IP Broadcast untuk dhcp

Simpan konfigurasi dan restart jaringan
# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
Kita masuk ke PC server dan atur di Networking dengan dhcp maka akan seperti dibawah ini

Kesimpulan
DHCP Server merupakan alternatif yang mudah digunakan ketika jumlah klien yang banyak dengan cara  memberikan alamt ip secara otomatis dan kita tidak perlu repot repot untuk memberikan alamat ip secara manual

Referensi
https://wiki.debian.org/DHCP_Server
https://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Konfigurasi_Hos_Dinamik
Read more

Monday, April 17, 2017

How to Configure PPPOE Client on Debian


Pengertian
Protokol Point-to-Point over Ethernet ( PPPoE ) adalah protokol jaringan untuk mengenkapsulasi frame PPP di dalam frame Ethernet . Ini muncul pada tahun 1999, dalam konteks booming DSL sebagai solusi untuk paket tunneling melalui koneksi DSL ke jaringan IP ISP , dan dari sana ke seluruh Internet . Sebuah buku jaringan tahun 2005 mencatat bahwa "Sebagian besar penyedia DSL menggunakan PPPoE, yang menyediakan otentikasi , enkripsi , dan kompresi ."Penggunaan PPPoE yang umum melibatkan penggunaan fasilitas PPP untuk mengotentikasi pengguna dengan nama pengguna dan kata sandi, yang didominasi oleh protokol PAP dan jarang terjadi melalui CHAP . 

Latar Belakang
Karena saya ingin membuat koneksi antara Debian dengan Mikrotik Router yang bersifat secure di jaringan Lokal maupun Publik, Oleh karena itu saya menggunakan fitur PPPoE

Maksud dan Tujuan

  • Mengetahui Konfigurasi PPPoE Client di Debian
  • Membuat koneksi antara Debian dan Mikrotik yang bersifat secure

Alat dan Bahan


  • Mikrotik Router
  • Debian Server
  • Akses Internet
  • Kabel RJ45 (untuk menghubungkan Mikrotik dengan Debian)
  • PC/Laptop
  • Aplikasi WInbox
Jangka Waktu Pelaksanaan
Jangka Waktu Pelaksanaan yang saya butuhkan sekitar 5-10 menit

Tahap Pelaksanaan
Pertama pastikan Mikrotik dengan Debian sudah terhubung
Selanjutnya kita buat user PPPoE terlebih dahulu, Dengan cara buka mikrotik menggunakan winbox masuk ke
IP > Poool > Klik tanda "+"

 Name : Nama untk PPPoE Server
Address : IP Range yang anda inginkan 
Kemudian kita buat PPPoE Server untuk mendaftarkan Ethernet yang terhubung ke mikrotik menjadi jalur PPPoE untuk Client
PPP > PPoE Servers > Add New

Service Name : Nama PPPoE yang akan anda buat
Interface : Ethernet Mikrotik yang terhubung dengan Debian
Kemudian sekarang anda memasukan PPPoE Profiles
PPP > Profiles > Klik tanda "+"
Name :  Nama PPPoE yang tadi anda buat
Local Address : IP Gateway untuk PPPoE
Remote Address : IP Address yang akan anda remote di IP Pool tadi

Selanjutnya kita buat keamanan atau secret dengan masuk ke nah ini langkah terakhir untuk membuat akun PPPoE
PPP > Secrets > KLik tanda "+"

Name : User PPPoE
Password : Kata sandi PPPoE
Service : karena kita akan membuat PPPoE tentu kita pilih service PPPoE
Profile : Profile yang tadi saya buat yaitu purbacitan

Nah sekarang kita mulai konfigurasi PPPoE client di Debian
Pertama kita install pppoe terlebih dahulu
# apt-get install pppoeconf
Selanjutnya ketikan dibawah ini untuk memulai konfigurasi dan tunggu hingga beberapa saat
# pppoeconf 

Kemudian kita akan tampil seperti dibawah ini karena kita akan mulai konfigurasi maka enter option "Yes"

Selanjutnya kita pilih "Yes"

Kemudian kita masukan username yaitu nama yang tadi anda buat di PPPoE

Dan kita masukan password yang tadi anda buat

Selanjutnya kita pilih "Yes"

Untuk langkah ini kila pilih "No"

Nah untuk memulai koneksi kita pilih "Yes"

Kemudian akan muncul gambar seperti dibawah ini dan kita pilih "Yes"

 Nah ini merupakan langkah terakhir untku konfigurasi PPPoE Client dan klik "OK"

Sekarang kita cek apakah sudah dapat IP PPPoE atau belum, Untuk saya sudah mendapatkan ip seperti dibawah ini


Kesimpulan 
Konfigurasi yang saya buat berhasil dan dapat akses internet dengan lancar dan secure

Referensi
https://translate.googleusercontent.com/translate_c?depth=1&hl=id&prev=search&rurl=translate.google.co.id&sl=en&sp=nmt4&u=https://en.wikipedia.org/wiki/Point-to-Point_Protocol_over_Ethernet&usg=ALkJrhgRbLv93A0l-EYPoXfmn585oZw_Mg
https://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:Interface/PPPoE
http://david868.blogspot.co.id/2016/11/konfigurasi-pppoe-client-di-debian.html
Read more

Saturday, April 15, 2017

Konfigurasi Dua MysQl Server untuk Replikasi Master-Slave di Debian 8



Pengertian
Replikasi Database adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dan objek-objekdatabase dari suatu database ke database lain yang lokasinya terpisah secara fisik.Dengan menggunakan teknik replikasi ini, data dapat didistribusikan ke lokasi yang berbeda melalui koneksi jaringn lokal maupin internet.

Latar Belakang
Aplikasi besar yang terpasang di Server bisanya memakan banyak RAM dan Storage atau Media Penyimpanan sehingga si server tersebut bisa mengalami gangguan atau down

Maksud dan Tujuan
Mengantisipasi atau meminimalisir kemungkinan gangguan atau down pada server

Alat dan Bahan

  • 2 PC Server

Jangka Waktu Pelaksanaan
Sekitar 30 menit

Tahap Pelaksanaan
Konfigurasi di Master :
Pertama Pastikan 2 buah server sudah saling terhubung dan dapat berkomunikasi
Install  terlebih dahulu mysQl server
# apt-get install mysql-server
Kita konfigurasi di  "/etc/mysql/my.cnf" , Untuk bind_address kita berikan tanda comment atau tanda "#" agar nantinya slave dapat berkomunikasi dengan master.
Dan pada section [mysqld] kita tambahkan seperti di bawah ini
 # nano /etc/mysql/my.cnf
log-bin      # Mengaktifkan Binry Logging
server-id   # Memberikan ID Server

Setelah itu restart mysql agaar konfigurasi tadi dapat tersimpan
/etc/init.d/networking restart 
Kemudian kita cek apakah Binary Logging sudah aktif atau belum
# mysqld --verbose --help | grep log-bin

Dan cek juga Server ID, apakah sesuai dengan yang kita masukan tadi
# mysqld --verbose --help | grep server-id
Selanjutnya kita buat database dan akun khusus replikasi
# mysql -u root -p


Dan kita buat akun untuk menangani proses replikasi
> GRANT SUPER, RELOAD, REPLICATION SLAVE ON*.*TO 'username slave'@'%' IDENTIFIED BY 'password slave';

 Untuk menyinkronkan database Master dan Slave kita harus membekukan database sementara
> flush tables with read lock;

Selanjutnya kita cek status posisi database master yang didalamnya terdapat file dan position yang natinya dibutuhkan saak konfigurasi MysQl Slave
> show master status;

Kemudian kita buat snapshot untuk database yang telah kita buat tadi
# tar cjvf snapshotmaster.tar.bz2 /var/lib/mysql/<nama database tadi>
Setelah itu kirimkan asrsip snapshot tadi ke Mysql Slave 
# scp snapshotmaster.tar.bz2 <nama user slave>@<IP Address Slave>:/home/<nama user slave>

Konfigurasi Slave :
Install MysQl terlebih dahulu
# apt-get install mysql-server
Kita konfigurasi di "/etc/mysql/my.cnf" dan berikan tanda comment atau "#" dan tambahkan konfigurasi server-id dan harus berbeda dengan MysQl Master didalam section [mysqld]
# nano /etc/mysql/my.cnf

Sekarang kita cek Server ID apakah sesuai dengan konfigurasi tadi atau belum
# mysqld --verbose --help | grep server-id

Dan kita simpan konfigurasi diatas
# /etc/init.d/mysql restart
Kemudian kita stop slave
> STOP SLAVE;
Selanjutnya kita arahkan MysQl Slave ke MysQl Master dengan cara memasukan info master
> CHANGE MASTER TO MASTER_HOST='IP Address Master', MASTER_USER='username master', MASTER_PASSWORD='password master', MASTER_LOG_FILE='mysqld-bin.xxxxxxx', MASTER_LOG_POS=<posisi log master>;
Dan hidupkan kembali Slave mode
> START SLAVE;
Selanjutnya kita cek apakah slave sudah terkoneksi ke Master
> SHOW MASTER STATUS \G;

Konfigurasi Master:
Dan kita unfreeze database master
> UNLOCK TABLES;

Sekarang coba kita buat database di Master maka di Slave harusnya ada data seperti yang anda buat
> CREATE DATABASE COBA;

> SHOW DATABASES;

Nah konfigurasi replikasi database sudah benar sekarang anda bisa menggunakan sesuai kebutuhan anda

Kesimpulan
Dengan menggunakan cara replikasi ini kita bisa meminimalisir terjadinya kerusakan pada server sehingga kita tidak perlu takut kehilangan data

Referensi
http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/c-12_Reff_Replikasi_BD.pdf
https://penguinstunnel.blogspot.co.id/2017/03/langkah-mengkonfigurasi-2-mariadb.html
Read more